BMKG Ramal Hilal Idul Fitri Terlihat Pada 1 Mei 2022, Minta Masyarakat Tunggu Keputusan Kemenag

- 22 April 2022, 16:16 WIB
BMKG Ramal Hilal Idul Fitri Terlihat Pada 1 Mei 2022, Minta Masyarakat Tunggu Keputusan Kemenag
BMKG Ramal Hilal Idul Fitri Terlihat Pada 1 Mei 2022, Minta Masyarakat Tunggu Keputusan Kemenag /Ilustrasi Pixabay/surgull01
 
SalatigaTerkini - Menurut Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial Dan Tanda Waktu BMKG,  Rahmat Triyono, konjungsi (ijtimak) awal bulan Syawal 1443 H di Indonesia terjadi sebelum matahari terbenam pada Minggu, 1 Mei 2022.

Baru-baru ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan pengamatan hilal yang penentu awal bulan syawal atau Idul Fitri 1443 H.

 
Berdasarkan penghitungan (hisab) yang dilakukan BMKG, diprediksi hilal akan terlihat pada 1 Mei 2022 mendatang, kendati masih mempertimbangkan kondisi cuaca.

"Berdasarkan data-data tersebut di atas, pengamatan rukyat hilal pada 1 Mei 2022 hilal berpotensi terlihat (teramati), namun tergantung kondisi cuaca saat pengamatan di setiap lokasi pengamatan," kata Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulis, pada 22 April 2022.

 
 
Baca Juga: Salat Berjamaah Ma'mum Wajib Membaca Al-Fatihah? Berikut Penjelasan Hukum Menurut 4 Mazhab

Pelaksanaan pemantauan hilal dilakukan oleh 33 tim di 31 lokasi yang tersebar di Indonesia. Menurut Rahmat, konjungsi (ijtimak) awal bulan Syawal 1443 H di Indonesia terjadi sebelum matahari terbenam pada Minggu, 1 Mei 2022.

 
Umur bulan baru akan berkisar antara 12 hingga 15 jam 30 menit saat matahari terbenam.

"Tinggi Hilal saat matahari terbenam berkisar antara terendah sebesar 3,79 derajat di Merauke (Papua) sampai dengan tertinggi sebesar 5,57 derajat di Sabang (Aceh)," katanya.

Sementara elongasi saat matahari terbenam terkecil terjadi sebesar 4,88 derajat di Oksibil (Papua) sampai dengan terbesar 6,35 derajat di Sabang (Aceh).

 
 
 
Adapun selisih terbenamnya matahari dan terbenamnya bulan berkisar antara 19,19 menit di Merauke (Papua) sampai dengan 27,07 menit di Sabang (Aceh).

Kendati demikian, BMKG enggan terkesan terburu-buru menetapkan Hari Lebaran 2022 yang jatuh pada 2 Mei nanti. Masyarakat juga diminta untuk menunggu keputusan resmi dari Kemenag melalui sidang Isbat.

"Untuk mengawali bulan Syawal 1443 H (2022 M), umat Islam Indonesia sebaiknya menunggu pengumuman Menteri Agama Republik Indonesia melalui Sidang Isbat yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2022 setelah proses pengamatan hilal," ucapnya.

Di sisi lain, ahli astronomi dan astrofisika Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin telah memprediksi 1 Syawal 1443 H jatuh pada 2 Mei 2022.

 
Prediksi ini sama dengan Muhammadiyah yang telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1443 H jatuh pada 2 Mei 2022.

Thomas menjelaskan bahwa posisi bulan pada 29 Ramadhan 1443 atau 1 Mei 2022 di wilayah Indonesia berada pada batas kriteria baru MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

 
Tingginya sudah di atas 3 derajat dan elongasi sekitar 6,4 derajat. Kriteria baru tersebut mulai digunakan pemerintah dalam menentukan penanggalan baru hijriah dan mengharuskan hilal awal memiliki ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Editor: Heru Nugroho

Sumber: BMKG


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x