Imbas Plesetkan Miras Jadi Minuman Rasulullah Budi Dalton Minta Maaf, Sebut Video Dibuat 3 Tahun Lalu

- 24 November 2022, 15:11 WIB
Imbas Plesetkan Miras Jadi Minuman Rasulullah, Budi Dalton Minta Maaf Sebut Video Dibuat 3 Tahun Lalu
Imbas Plesetkan Miras Jadi Minuman Rasulullah, Budi Dalton Minta Maaf Sebut Video Dibuat 3 Tahun Lalu /YouTube Muhammad Ate Saifulloh

SalatigaTerkini - Imbas kontroversi Budi Dalton yang plesetkan singkatan Miras yang seharusnya Minuman Keras jadi Minuman Rasulullah viral dan tersebar di media sosial, hingga trending di Twitter pada hari ini, 24 November 2022.

Imbas dari video Budi Dalton bersama komedian Sule dan Mang Saswi, membuat salah satu organisasi Islam Ampera (Aliansi Masyarakat Pecinta Rasulullah) melaporkan ketiganya ke Polda Metro Jaya pada 23 November 2022 kemarin dengan dugaan penistaan agama.

Budayawan Sunda dengan nama asli Budi Setiawan Garda Pandawa lebih akrab dipanggil Budi Dalton itu membuat video klarifikasi atas pernyataannya yang dianggap tidak tepat dan menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Pria 50 tahun itu meminta maaf kepada masyarakat Indonesia terutama penganut agama Islam, serta menyebut jika video plesetkan singkatan miras adalah video lawas yang ia unggah 3 tahun yang lalu.

Baca Juga: Profil Biodata dan Fakta Menarik Mang Saswi, Terseret Kasus Penistaan Agama yang Diduga Dilakukan Budi Dalton

Baca Juga: Profil Biodata dan Agama Budi Dalton, Dipolisikan Usai Plesetkan Singkatan Miras Jadi Minuman Rasulullah

"Bagi yang pernah menonton potongan film itu sekali lagi tentunya saya memohon maaf. Video itu saya buat kurang lebih tiga tahun yang lalu, dan saat itu juga saya sudah membuat beberapa klarifikasi," ujarnya dalam video yang diunggah akun Youtube Muhammad Ate Saifulloh.

Budi Dalton juga menegaskan bahwa ia tidak memiliki maksud untuk melecehkan atau melakukan penistaan agama dengan menghina Rasulullah Nabi Muhammad SAW melalui ucapan di kanal YouTube pribadinya.

"Apa yang saya ucapkan di situ sebetulnya tidak seperti apa yang dimaksudnya seperti yang kita tonton. Jadi sebetulnya karena saya di bidang sastra, saya itu ingin menghilangkan dogma-dogma yang lewat narasi yang negatif mengubahnya menjadi hal positif. Hanya saja mungkin dalam contohnya saya kurang tepat,"ujarnya lagi.

Halaman:

Editor: Ari Pianto

Sumber: Youtube Muhammad Ate Saifulloh


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x